, Princess Bubblegum - Adventure Time

Daftar Blog Saya

Kamis, 31 Maret 2016

Digital Diary #BaiduCampusAmbassador Edisi:1

Assalamualaikum ☺
Selamat datang di Blog Calon Psikolog. Sebelumnya, perkenalkan Saya Regita Aldena, atau agar lebih akrab boleh panggil Saya Rere. Selamat membaca, semoga dapat diambil intisari terbaik 😉
Pada kesempatan kali ini, Saya akan bercerita tentang Digital Diary yaitu kegiatan sehari-hari dalam seminggu.
Pada Hari Jumat, 18 Maret 2016. Saya kuliah seperti biasa, dan juga ada Bimbingan Penelitian Ilmiah. Saya sudah menulis beberapa judul untuk diserahkan ke Dosen Pembimbing. Awalnya Saya akan memilih meleliti tentang Pengaruh Kecelakaan terhadap perubahan perilaku, namun karena terlalu kompleks yang akan di bahas, Saya beralih ke Culture Organization. Dimana yang akan Saya teliti adalah Perusahaan Digital Industries, Baidu. Saat Saya mengkonsultasikan kepada dosen pembimbing ternyata disetujui, dan Saya pun segera mengirim pesan pada Ko Iwan yaitu Head Manager di Baidu agar pada hari Senin dan Selasa Saya dapat berkunjung ke Kantor Baidu untuk melihat Culture Organization disana. Sebelumnya, Saya pernah beberapa kali mengunjungi Baidu, dan melihat bahwa di sana sangat santai dan pakaian pun tidak formil. Saya pernah melihat karyawan Baidu memakai Kaos Bola, padahal Ia sedang berada di Kantor. karena Saya terkesan dan tertarik, maka Saya memilih Culture Organization Baidu untuk Saya teliti lebih dalam.  Mungkin teman-teman bingung bagaimana awal mula perkenalan Saya dengan Baidu ? NAH akan Saya bahas di akhir digital diary ini yaa. Stay tune, di baca hingga akhir :)

Nah Selesai bimbingan Penelitian Ilmiah (PI), Saya berencana untuk bertemu teman lama Saya. Setelah keluar kelas, Saya menyalakan handphone, betapa terkejutnya Saya mendapati banyak pesan dari Ayah Saya yang menyatakan bahwa Ibu Saya sedang ada di RSUD Cibinong, dikarenakan kecelakaan. Segera Saya berlari menuju Stasiun Pondok Cina, di dalam kereta Saya tak henti-hentinya berdoa agar tak ada hal yang buruk yang harus saya dapati mengenai Ibu Saya. Saya sampai di RSUD Cibinong.


lalu berlari ke arah Information Centre untuk menanyakan ruangan Ibu Saya. Akhirnya, Saya mengetahui bahwa Ibu Saya di rawat di Bougenville 103. Saya berlari, dan sampai di depan ruangan mendapati Ibu Saya sedang tertidur, dengan luka memar, dan terlihat kucuran darah yang mengering di lengan. Luka jahit di jemari, dan Kaki kanan yang terbungkus dengan papan. Ah, rasanya saat itu Saya hancur. Mendapati keadaan Ibu Saya yang sedang terbaring, lemah tak berdaya. Saya duduk di depan kasur Ibu Saya. Ibu Saya terbangun dan menangis, menceritakan kejadiaan naas yang menimpanya tadi pagi. Jujur, hal tersulit bagi Saya adalah menahan air mata ini jatuh. Saya pura-pura tersenyum dan mencoba menenangkan Ibu Saya. Ternyata Ibu Saya mengalami kecelakaan pada saat menyeberang jalan, Ia tertabrak motor dengan kecepatan tinggi. Ibu Saya menyeberang tidak melihat kanan-kiri karena saat itu handphone-nya terjatuh dan langsung segera mengambilnya.



Saya meminta ijin untuk pergi keluar sebentar kepada Ibu Saya. Di luar ruangan, Saya menangis, karena Saya tidak bisa menangis di depan Ibu Saya. Saya terkejut karena Kaki Kanan Ibu Saya patah dan harus operasi. Dan pasca operasi di haruskan bedrest beberapa bulan. Tak terbayang kesedihan yang akan Ibu alami nanti, Saya sesekali mengusap air mata. dan kembali memasuki ruangan dengan tersenyum dan tetap memotivasi Ibu Saya bahwa segalanya telah Tuhan gariskan dan semua ada hikmahnya. Tetapi diluar dari perkataan Saya yang menguatkan, Saya sangat lemah.
Karena kaki Ibu Saya patah, maka Dokter mengembalikan lagi kepada pihak keluarga apakah akan operasi pemasangan pen atau akan menempuh cara lain.
Tapi setelah berembuk dengan pihak keluarga, akhirnya Kami memilih operasi pemasangan pen. Mengapa ? karena bukan tidak percaya pada pengobatan alternatif, beberapa kisah pilu dari teman Saya membuat Saya yakin untuk memilih operasi pen. Kisah-kisah teman Saya adalah ketika mereka mengalami patah tulang atau secara medis di kenal Fraktur dan ditangani dengan pengobatan alternatif, ada teman Saya setelah di tangani alternatif mengalami pecah pembuluh darah dan mengharuskan tindakan medis amputasi, ada pula teman Saya yang tidak mengalami perubahan selama pengobatan berlangsung, dan ada pula yang malah tumbuh daging di sekitar daerah fraktur. Ya, postingan ini tidak bermaksud untuk menyudutkan beberapa pihak. Namun kembali lagi, bahwasanya Manusia hanya mencoba yang terbaik. Maka, Kami memilih untuk operasi pemasangan pen walaupun lama prosesnya, namun hasil dari operasi inshaa allah baik.

Jadwal operasi pun sudah ada, yaitu pada hari Senin, 21 Maret 2016.  Berhubung pada hari Sabtu Saya tidak ada jadwal kuliah. Maka Saya menjaga Ibu Saya di Rumah Sakit. Mulai memandikan, mengganti popok, menebus resep, Saya lakukan dengan tulus, terkadang apa Saya lakukan saat ini tidak artinya dengan yang telah Ibu lakukan dalam hidup Saya. Hari operasi pun tiba. Saya memegangi brankar dorong pasien yang membawa Ibu Saya ke Ruang Operasi.
 Rasa haru dan sedih menyelimuti hati ini. Saya tetap menyemangati Ibu Saya hingga akhirnya menyerahkan ke dokter dan biar Tuhan yang melancarkan segala sesuatu.

Diluar Ruang operasi, Saya sibuk menebus banyak resep. Padahal Saat itu Saya ingin sekali bisa duduk di di depan Ruang Operasi. Setelah selesai, Saya kembali memasuki Ruang operasi untuk menyerahkan obat. Saya tidak lagi melihat Ibu Saya di Ruang tunggu operasi, operasi sudah berjalan ternyata. Sembari menunggu operasi, tak henti-hentinya doa dipanjatkan, memohon agar semua berjalan lancar. Akhirnya operasi pun selesai, Ibu Saya kembali ke ruang inap biasa, namun belum sepenuhnya sadar. Saya menunggu Ibu Saya hingga sadar. Akhirnya Ibu Saya sadar. Saya senang karena Ibu Saya telah sadar. Tak lama suster masuk dan menyerahkan foto rontgen.

 Ya, telah terpasang 1 pen di tulang kering, di tulang fibula tidak dipasang pen dikarenakan yang akan menopang tubuh adalah tulang kering dan tulang fibula nantinya akan menyambung dengan sendirinya, begitu menurut penjelasan Dr. Fachry.


Hari-hari Saya dari Senin hingga Jumat, 25 Maret 2016 adalah di Rumah Sakit. Rutinitas Saya adalah Kuliah di lanjut praktikum, dan Saya tidak pulang ke Rumah melainkan ke RS dan menginap disana. Merawat Ibu Saya, memandikan, menyuapi makanan, menebus resep hingga keesokannya kuliah lagi adalah rutinitas selama berada di RS. Dan pada hari Jumat siang Ibu Saya diperbolehkan pulang, betapa senangnya. Alhamdulillah..

Di rumah tak ada yang berubah, tetap sama Saya tetap merawat Ibu Saya. Dokter berpesan agar asupan kalsium Ibu Saya ditambah dikarenakan agar proses pemulihan tulang bisa dengan baik. Tahukah kalian bahwasanya bukan hanya susu lhoo sumber kalsium. Sumber kalsium lainnya dapat di dapatkan dari Susu, Yoghurt, keju, Sayuran hijau, Buah-buah segar  seperti pisang, kacang-kacangan dan juga seafood. Jadi teman-teman pembaca jika ingin memiliki kepadatan tulang yang kuat maka jangan lupa konsumsi kalsium yang cukup ya!

Di sela-sela kesibukan menjaga Ibu Saya, Saya tak lupa untuk memakan buah-buah segar untuk menjaga daya tahan tubuh dan juga agar tak mudah sakit walaupun sedang sibuk.

sekarang Saya sedang menyantap Buah Naga merah dan juga buah jeruk. Manfaatnya banyaak lhoo, yaitu meningkatkan kekebalan tubuh, sumber antioksidan, menjaga ion tubuh menjaga kulit wajah agar tetap kencang dan terakhir sebagai bonus yaitu untuk control berat badan hehehe.

Keesokan harinya, Sabtu 26 Maret 2016. Saya ada pertemuan #BaiduCampussAmbassador di Pizza E Birra berlokasi di Central Park. Hayooo pasti bingungkan apa sih #BaiduCampussAmbassador. Ada yang tahu kah? Ya, Baidu adalah Perusahaan search Engine terbesar di China dan Kini sudah hadir di Indonesia sejak 2013 lhoo. Dan suatu kehormatan bagi Saya menjadi bagian #BaiduCampusAmbassador dan membangun Baidu lebih besar lagi di Indonesia :)



Nah kegiatan gatheringnya pun seru, ada sharing dan games-games seru, yang melatih kita untuk kerja sama team dan komunikasi yang baik. Selain gathering, keuntungan lainnya pun adalah short course yang rutin diadakan lho. Menambah ilmu, menambah banyak teman, pengalaman hanya ada bersama #BaiduCampussAmbassador terima kasih Baidu!

Yap begitulah kegiatan rutinas Diary Seorang Calon Psikolog yang sok sibuk hehehe. Terima kasih ya sudah membaca dan setia sampai akhir J Mungkin Saya hanya akan menyimpulkan hikmah dari seminggu kegiatan Saya:
- Tetap tersenyum dan terus bersyukur karena kadang Hidup tak selalu tentang kesenangan, kadang dengan kesulitan dan musibah, hidup jadi penuh makna.
- selelah apapun Kamu, pasti tak ada yang menandingi lelah orang tua menjaga Kita. Sayangi mereka sedari sekarang, rawat dan selalu menjaganya.
- jangan lupakan kesehatan, sesibuk apapun kesehatan adalah prioritas utama J
- terakhir, keluarlah dari zona amanmu, cari komunitas baru. Temukan sesuatu yang beda dan berwarna. Ciptakan pribadi baru dengan pengalaman!
See You J Jangan lupa stay tune Digital Diary lainnya!
Wassalamualaikum…




3 komentar:

  1. Re... maksud lo, lo mau nyalain hape dan ketemu temen itu gue? Hahaha.
    Cepet sembuh ya tante, biar jadi hikmah buat tante dan keluarga, ntar kita mengedukasi tentan orthopedi ke masy. Umum ya tante :*

    BalasHapus
  2. Re... maksud lo, lo mau nyalain hape dan ketemu temen itu gue? Hahaha.
    Cepet sembuh ya tante, biar jadi hikmah buat tante dan keluarga, ntar kita mengedukasi tentan orthopedi ke masy. Umum ya tante :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe iya kak.
      makasih banyak Kak Tara, Kak Tara juga cepet sembuh yaaa!

      Hapus